Sejarah MI ALHUDA

Dokumentasi Sejarah

Cerita Lengkap

Madrasah Ibtidaiyah Al-Huda Citatah berdiri pada tahun 1960 dan lahir dari keprihatinan pemerintah daerah pada masa itu yang dipimpin oleh Pak Lurah atau Kepala Desa. Beliau menghibahkan tanah bengkok untuk dijadikan sarana pendidikan bagi masyarakat Ciriung, yang saat itu hanya memiliki dua lembaga pendidikan, yaitu Madrasah Al-Muawanah dan MI Al-Huda Citatah. Proses pembangunan madrasah dilakukan secara swadaya melalui gotong royong masyarakat. Warga bergabung membangun ruang kelas, bahkan para siswa dan siswi juga turut serta. Setiap hari Sabtu, para siswa dan siswi melakukan kerja bakti seperti mengambil batu dari pinggir kali dan membawanya ke lokasi madrasah untuk bahan bangunan.

Pada masa awal berdirinya, madrasah dipimpin oleh Bapak Yahya, atau yang dikenal dengan panggilan Pak Yayong, yang tinggal di daerah Citeureup. Fasilitas pada saat itu masih sangat sederhana, dengan hanya tiga ruang kelas yang lantainya masih berupa tanah. Memasuki periode 1979–1980, kepemimpinan madrasah dilanjutkan oleh Bapak H. Imung, ayah dari Ibu Hj. Iriyanah. Pada masa kepemimpinan beliau, kegiatan belajar mengajar masih harus dibagi menjadi dua waktu. Siswa dan siswi kelas 1, 2, dan 3 mengikuti pelajaran pada pagi hari, sedangkan kelas 4, 5, dan 6 mengikuti pembelajaran pada siang hari karena keterbatasan ruang.

Melalui kepemimpinan Bapak H. Imung dan dukungan masyarakat, madrasah mulai mengalami perkembangan. Bantuan dari pemerintah mulai berdatangan, memungkinkan pembangunan ruang kelas baru dan perbaikan fasilitas. Ruang kelas yang semula berlantai tanah akhirnya diperbaiki dan diganti menjadi berkeramik. Seiring bertambahnya ruang belajar, seluruh siswa dan siswi akhirnya dapat mengikuti kegiatan belajar pada pagi hari. Setelah Bapak H. Imung berpulang, kepemimpinan madrasah diteruskan oleh putrinya, Ibu Hj. Iriyanah, yang melanjutkan perjuangan ayahnya dalam memajukan MI Al-Huda Citatah.

Meskipun sempat dipandang sebelah mata oleh sebagian masyarakat, MI Al-Huda Citatah terus berupaya menunjukkan kualitasnya. Madrasah memperkuat ciri khas pendidikan agama dengan memberikan pembelajaran baca tulis Al-Qur’an, pemahaman aqidah, dan nilai-nilai keislaman yang mendalam. Melalui pendidikan tersebut, siswa dan siswi tidak hanya mendapatkan pelajaran umum, tetapi juga fondasi keagamaan yang kuat. Seiring berjalannya waktu, masyarakat semakin menyadari keunggulan pendidikan madrasah dibandingkan sekolah dasar umum dalam pembinaan karakter dan pemahaman agama.

Salah satu hal yang menjadi kebanggaan adalah bahwa MI Al-Huda Citatah hingga kini tidak membebankan iuran kepada siswa dan siswi. Dalam berbagai pertemuan bersama wali murid, hal ini sering menjadi perhatian sekaligus apresiasi karena madrasah tetap mampu berjalan dan berkembang tanpa memberatkan orang tua. Dengan perjalanan panjang yang dibangun dari kerja keras, gotong royong, dan dedikasi para pendidik serta masyarakat, MI Al-Huda Citatah terus menjadi lembaga pendidikan yang dicintai dan berperan penting dalam mencerdaskan generasi di wilayah Ciriung.